Senin, 29 April 2013

PENGALAMAN PRAKTEK INDUSTRI

Saya praktek industri di PT.SURYA HUTANI JAYA selama dua minggu.selama praktek banyak hal-hal baru yang saya dapat,mulai dari belajar bergaul dengan orang lain,sampai mendapat ilmu kehutanan baru.
BUAH KHAS KALIMANTAN

Flora Khas Kalimantan  cukup banyak dan bervariasi, berikut adalah beberapa flora khas kalimantan dan sedikit pengantar mengenai determinasi dan deskripsi morfologinya.
 
SAWO PANCUKAN (NAM-NAM)
 
http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2010/08/10I9427.jpg 1. Sawo pancukan (nam-nam) divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Klas Dicotyledoneae, Ordo Caesalpiniales, Famili Caesalpiniaceae, Genus Cynometra, Spisies Cynometra cauliflora. L.
b. Mofologi.
Tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 5 -12 m. Daun majemuk berbaris dua, daun muda putih, lemah. Bentuk anak daun memanjang, ujung terbelah. Bunga dalam tandan rapat, menempel pada batang atau cabang yang besar. Buah berbentuk polongan, elips miring sampai membentuk setengah lingkaran. Permukaan buah tidak rata (bergelombang), berwarna kuning kecoklatan. Daging buah berwarna putih, rasa manis masam. Berbiji 1.
 
BUAH MENTEGA (BISBUL)
 
Buah mentega (bisbol) tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Klas Dicotyledoneae, Ordo Ebenales, Famili Ebenaceae, Genus Diospyros dan Spisies Diospyros philippensis Desr.Gurke / Diospyros blancoi A.DC / Diospyros discarlon.
b. Mofologi
Tergolong kedalam tanaman keras/ tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 7-15 m, berumah dua. Tajuk dan kanopinya rimbun, berbentuk bulat, kadang- kadang hampir menyerupai kerucut. Daun tunggal, duduk berseling. Helaian daun berbentuk bulat memanjang, tepi rata, seperti kulit. Bunga berwarna putih kekuningan, bau semerbak. Buah berbentuk bulat, dengan bulu halus seperti beludru, buah masak berbau tajam. Daging buah berwarna kuning muda, manis, kering dan menyegarkan. Biji berwarna coklat. Ada 2 jenis buah mentega yang ditemukan di Kalimantan, yang berwarna kuning dan berwarna merah.
c. Kandungan gizi
Setiap 100 gram bagian yang dimakan mengandung 83,0-84,3 g air, 2,8 g protein, 0,2 g lemak, 11,8 g karbohidrat, 1,8 g serat, 0,4-0,6 abu, 46 mg Kalsium, 1,8 mg Phospor, 0,6 mg besi, 35 IU vitamin A, 0,02 mg Thiamin, 0,03 mg Riboflavin dan Niacin, 18 mg vitamin C, dan rata-rata energi yang dihasilkan adalah 332 kJ/100g.
Baca juga tanaman-tanaman khas rawa lainnya.
Manggis, Rambutan, Jeruk siam, Langsat, Ketapi, Ramania, rambai, sawo pancukan (nam-nam) dan buah mentega, Srikaya, kalangkala. Tanaman rawa Kalimantan.
 
  Buah Untit
 
Ini buah dapat kita temukan di hutan. Bagi kamu yang suka jalan-jalan ke hutan maksudnya alias to explore jungle dapat mencari buah untit. Untit nama yang aneh dan unik bukan. Entahlah bagaimana sejarah nenek moyang dan masyarakat sekitar sehingga buah tersebut dinamakan untit. Rasa buah ini ada asam dan manisnya. Ya mirip dengan rasa buah rambutan lumuan ( bahasa gaul nya warga Ampah), buah yang kulit nya nggak bisa dipisahkan. Ya rasanya mirip rambutan yang nggak manis.

  Buah Kapul
 
Kulit buah kapul ini mirip kulit kayu. Buah ini mirip dengan buah manggis. Tapi bedanya pada ujung buah tidak terdapat bentuk bintang sedangkan di pangkal tangkainya tidak terdapat mahkota. Rasanya mirip dengan manggis. Daging buah kapul ini ada warna kuning dan putih.




Buah Cempedak
 
Kalau buah yang satu ini mungkin udah familiar. Ini bukan buah nangka tapi buah cempedak. Kulitnya memang sama dengan buah nangka tapi ukurannya lebih kecil. Rasa buahnya manis. Buah ini bisa dimakan semua lho termasuk kulitnya. Kedengarannya aneh ya, tapi warga Ampah sering memanfaatkan kulitnya diolah makanan sering disebut  denganmandai.  Dari  kulit, biji, dan daging  dapat dimakan. Ini sungguh lezat.

  Buah Kasturi
 
 Buah ini bentuknya seperti buah kedondong. Bentuknya yang mini tapi memiliki cita rasa yang dahsyat. Ini juga salah satu buah favorit ku. Rasanya manis seperti mangga tapi rasanya lebih khas dan nikmat.






  Buah Keledang
 
Kalau dilihat sekilas mirip buah cempedak dan nangka ya. Tapi buah ini namanya buah keledang. Memiliki bentuk bulat. Buah Keledang (Artocarpus lancifolius Roxb) termasuk FamiliMoraceae (suku nangka-nangkaan). Kerabat dekatnya buah Mentawa, Kluwih, Pintau, Cempedak, Sukun, Selanking, Benda, dan Nangka. Pohonnya dapat menjulang tinggi mencapai 30 meter dan berdaun lebar dan sedikit berbulu. Pohon keledang dapat berbuah sejak 5 tahun setelah tanam. Tumbuh diberbagai jenis tanah dan umumnya dihutan tropis dan penuh dengan humus. Buah keledang termasuk salah satu buah buahan eksotis hutan Kalimantan  yangg tumbuh merata di seluruh daratan pulau ini. Buah ini rasanya manis dan daging buahnya terpisah dari bijinya seperti nangka. Sensasi rasanya merupakan campuran antara nangka dan manggis.

  Buah Asam Putar
 
Buah asam putar biasanya juga disebut asam pulasan. Buah ini merupakan jenis mangga unik yang ada di pedalaman Kalimantan. Buah ini memiliki rasa yang khas. Kenapa dikatakan buah asam putar? Hal ini dikarenakan biji buah ini bisa dilepas dari daging buahnya dengan cara diputar.



identifikasi umum cacat pada kayu bulat


identifikasi cacat kayu

Berdasarkan kategorinya cacat terbagi atas :
1.Cacat bentuk
yaitu penyimpangan atau kelainan dalam pada kayu terhadap 
bentuknya yang normal. Contohnya membusur (bowing), melengkung 
(crooking / spring), melintang (twisting) dan lain-lain.

2.Cacat badan
 yaitu penyimpangan atau kelainan yang terdapat pada keempat 
sisi kayu dan bukan merupakan cacat bentuk. Contonya adalah mata kayu 
(knots), retak (checks), pecah (shakes), dan lubang serangga.

3. Cacat bontos
 yaitu penyimpangan atau kelainan yang terdapat pada bagian 
bontos kayu dan bukan merupakan cacat bentuk dan cacat badan. 
Contohnya adalah hati kayu.

Persyaratan cacat adalah cara persyaratan mutu berdasarkan kepada jenis , 
jumlah , dan atau besarnya cacat maksimal yang diperkenankan, dengan 
memperhatikan lokasi dan hubungannya dengan cacat-cacat lain.

Beberapa deinisi cacat yang sesuai acuan normatif Standar Nasional 
Indonesia (SNI 01-5007.1-2003), antara lain :
1.Alur adalah suatu lekukan pada permukaan batang kayu.
2.Buncak-buncak (Bc) adalah cacat kayu berupa benjolan atau bukan 
benjolan 3 titik pada badan kayu bundar tetapi tidak berupa mata kayu 
yang mempengaruhi permukaan. 
3.Gabeng (Gg) merupakan keadaan kayu yang menyerupai rapuh yang 
dapat dilihat pada bontos kayu.
4. Gerowong (Gr) : lubang besar pada bontos kearah panjang kayu, baik 
tembus maupun tidak tembus tanpa atau dengan tanda-tanda pembusukan. 
5.Gubal (Gu) adalah bagian dari kayu yang terdapat diantara kulit dan kayu 
teras, pada umumnya berwarna lebih terang dari kayu terasnya serta 
kurang awet.
6.Kebundaran adalah bentuk kayu yang ditetapkan dengan cara 
membandingkan diameter terkecil dengan diameter terbesar pada setiap 
bontosnya dalam persen.
 7.Kesilindrisan merupakan bentuk kayu yang ditetapkan dengan cara 
membandingkan selisih dp dan du dengan panjang kayu dalam persen.
8.Kunus adalah cacat pada bontos kayu berupa cabang akibat dari kesalahan 
teknis menebang. 
9.Lengar (Lr) adalah merupakan lekukan pada batang kayu yang umumnya 
disebabkan oleh kebakaran atau sebab lainnya 
10. Mata kayu (Mk) adalah bekas cabang atau ranting pada permukaan kayu 
dengan penampang lintang berbentuk bulat atau lonjong.
11. Pakah : bontos kayu dipotong pada pertemuan antara 2 (dua) cabang 
ditandai dengan adanya 2 (dua) hati dan terpisahnya lingkaran tumbuh.
12. Pecah belah (Pe/be) adalah terpisahnya serat kayu melebar sehingga 
merupakan celah dengan lebar 2 mm atau lebih dan menembus teras.
13. Pecah banting (Pebt) adalah pecah yang tidak beraturan terjadi pada 
waktu penebangan.
14. Pecah busur (Pb) adalah pecah yang sejajar dengan busur bontos kayu 
atau searah dengan lingkaran tumbuh sehingga merupakan busur 
lingkaran ≤ setengah lingkaran.
15. Pecah gelang (Pg) adalah pecah yang sejajar dengan busur bontos kayu 
atau searah dengan lingkaran tumbuh sehingga merupakan busur 
lingkaran > setengah lingkaran.
16. Pecah hati adalah terpisahnya serat dimulai dari hati memotong terhadap 
lingkaran tumbuh. 
17. Pecah lepas adalah akibat bagian dari badan kayu yang hilang / lepas ke 
arah ke arah memanjang.
18. Pecah slemper adalah pecah sejajar pada bontos yang tidak menembus 
badan kearah memanjang, tetapi sebagian kayunya masih menyatu.
TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG
''Kingdom of Butterfly” 

Berkas:Bulusaurung.jpgTaman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (atau disingkat TN Babul) terletak di Sulawesi Selatan, seluas ± 43.750 Ha. Secara administrasi pemerintahan, kawasan taman nasional ini terletak di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep).[1] Secara geografis areal ini terletak antara 119° 34’ 17” – 119° 55’ 13” Bujur Timur dan antara 4° 42’ 49” – 5° 06’ 42” Lintang Selatan. Secara kewilayahan, batas-batas TN Babul adalah sebagai berikut : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pangkep, Barru dan Bone, Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Maros dan Kabupaten Bone, Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Maros dan Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.
Taman nasional ini ditunjuk menjadi kawasan konservasi atau taman nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.398/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004. Saat ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, yang berkedudukan di kecamatan Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan.

[sunting]Sebagai tempat wisata

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung memiliki berbagai keunikan, yaitu: karst, goa-goa dengan stalaknit dan stalakmit yang indah, dan yang paling dikenal adalah kupu-kupu. Bantimurung oleh Alfred Russel Wallace dijuluki sebagai The Kingdom of Butterfly (kerajaan kupu-kupu. Taman Nasional ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang menyuguhkan wisata alam berupa lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis, air terjun, dan gua yang merupakan habitat beragam spesies [termasuk [kupu-kupu]].
Taman Nasional ini memang menonjolkan kupu-kupu sebagai daya tarik utamanya. Di tempat ini sedikitnya ada 20 jenis kupu-kupu yang dilindungi pemerintah dan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 7/1999. Beberapa spesies unik bahkan hanya terdapat di Sulawesi Selatan, yaitu Troides Helena LinneTroides Hypolitus CramerTroides Haliphron BoisduvalPapilo Adamantius, dan Cethosia Myrana. Antara tahun 1856-1857, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya di kawasan tersebut untuk meneliti berbagai jenis kupu-kupu. Wallace menyatakan Bantimurung merupakan The Kingdom of Butterfly (kerajaan kupu-kupu). Menurutnya di lokasi tersebut terdapat sedikitnya 250 spesies kupu-kupu.
Lokasi wisata ini juga memeliki dua buah gua yang bisa dimanfaatkan sebagai wisata minat khusus. Kedua gua itu adalah Gua Batu dan Gua Mimpi.[2]
Selain di kawasan Bantimurung, Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung memiliki berbagai macam lokasi ekowisata yang menarik. Di sana terdapat lebih dari 80 Gua alam dan Gua prasejarah yang tersebar di kawasan karst TN Bantimurung-Bulusaraung.

[sunting]Galeri foto

                     

TANAM GAHARU!!!!!
HIJAUKAN BUMI. . . SEJAHTERAKAN EKONOMI. . . 

Pengembangan budi daya gaharu masih sangat menjanjikan Pengembangan kebun gaharu juga semakin meluas.  Dengan demikian adalah harapan yang sangat baik bagi bisnis gaharu di masa mendatang.Budidaya tanaman gaharu sudah mulai dilakukan di beberapa tempat, dan menunjukkan prospek yang sangat baik.Pengelolaan tanamannya tidak berbeda dengan tanaman lainnya.Perawatan yang intensif dapat memacu pertumbuhan sehingga seperti di Vietnam sudah bisa dilakukan inokulasi pada tanaman usia 4 (empat) tahun.Pada panduan pengelolaan tanaman gaharu, biasanya tanaman sudah siap untuk diinokuladi pada usia 6 tahun. Akan tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan usia untuk dapat menghasilkan gaharu.  Hal tersebut sangat tergantung dengan diameter tanaman. Sehingga pembuatan lubang inokulasi sejauh lebih kurang 1/3 diamter pohon secara spiral dan vertical dengan spasi yang bervariasi tidak menyebabkan pohon rentan patah.  Perawatan tanaman dengan pemupukan bahan organik sangat disarankan. Sehingga pertumbuhan pohon bisa optimal dan menghasilkan performa batang yang baik. Pemangkasan cabang harus dilakukan untuk memacu pertumbuhan vertikal pohon sehingga diameter pohon dapat berkembang sesuai yang diharapkan dan menghasilkan jaringan batang yang siap untuk dilakukan inokulasi.Pembuatan jarak tanam pada saat penanaman sangat bervariasi sesuai dengan pola yang akan dikembangkan.  Jarak tanam yang cukup rapat seperti 3×1 m cukup ideal untuk membuat kualitas tegakan vertikal.  Pelebaran jarak tanam dapat dikompensasi dengan perawatan tanaman yang lebih intensif.  Jarak yang cukup lebar seperti 6 x 2 m atau 3 x 3 m memberikan kesempatan untuk mengkombinasi dengan tanaman pertanian sebelum terjadi penutupan tajuk. Beberapa teknis yang dikenalkan bisa dengan monokultur atau dicampur dengan pohon pelindung.
Inokulasi adalah salah satu hal yang sangat penting dalam usaha gaharu.  Karena resin gaharu sangat tidak mudah terjadi secara alami, sehingga perlu campur tangan manusia seperti dengan pembuatan pelukaan dan memberikan bahan pemicu produksi resin gaharu seperti cendawan dan gahan lainnya.Cendawan yang biasa diinokulasikan seperti jenis Fusarium sp., Phialopora parasiticaTorula sp., Aspergillus sp., Penicillium sp., Cladosporium sp., Epicoccum granulatumClymndrocladium sp., Sphaeropsis sp., Botryodiplodia theobromae,Trichoderma sp, Phomopsis sp., Chunninghamella echinulata.Pada dasarnya cendawan tersebut membuat pelukaan yang tetap terbuka sehingga memicu produksi resin dari jaringan kayu.  Metoda inokulasi atau penyuntikan sangat bervariasi dari besarnya lubang yang dibuat atau cara membuat lubang.  Lubang dengan diameter 5 mm dapat dilakukan dengan kedalaman 5-10 cm dengan jarak yang lebih rapat seperti 5 cm sehingga satu pohon dapat ribuan lubang dapat dibuat.  Akan tetapi lubang yang cukup besar juga akan menyesuaikan jarak lubang sehingga pohon dapat bertahan dari tempaan angina sehinga tidak roboh.Tingkat keberhasilan inokulasi pada satu pohon sangat bervariasi.  Perhitungan yang sangat pesimis hasil budi daya pada tahun ke 7 adalah 1 Kg gubal, 10 Kg kemedangan dan 15 Kg abu.   Namun berdasarkan pengalaman optimis di Thailand hasilnya mencapai 5 – 10 Kg Gubal.


Panen dan pasca panen gaharu
Panen gaharu adalah mengambil gubal/inti gaharu yang terkandung di dalam pohon, cabang, dan akar gaharu. Produksi gaharu sangat sulit diprediksi karena sangat tergantung dari terbentuknya gubal gaharu di dalam tanaman.Tanda-tanda suatu pohon sudah membentuk gubal gaharu, antara lain sebagai berikut.a.         Daun pada tajuk pohon sudah menguning secara bertahap, namun tanda itu sulit dibedakan dengan tanda-tanda serangan penyakit lain.b.        Daun yang menguning mulai rontok.c.         Ranting kehilangan daun dan mulai mongering.d.        Secara fisik, pertumbuhan tanaman terhenti.e.         Kulit batang mongering dan kehilangan kadar air.f.         Ranting dan cabang meranggas dan mudah patah.g.        Batang, cabang, dan ranting berwarna putih berserat cokelat hitam dengan teras kayu merah kecokelatan atau hitam bila kulit dikupas.h.        Kulit kupasan akan berbau harus khas gaharu bila dibakar.